Kamis, 29 Januari 2009

LEMBAGA PENGEMBANGAN PESPARAWI DAERAH JAWA TIMUR


Meskipun menghadapi kendala semangat kebersamaan melalui budaya Kristen yaitu “ paduan suara gerejawi” tidak pernah pupus. Oleh Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah ( LPPD ) Jawa Timur pada tanggal 25 Januari 2009 telah dilantik Panitia Pesta Paduan Suara Gerejawi Propinsi Jawa Timur pada Ibadah umum di Gereja GPIB Immanuel Jl, Bubutan 69 Surabaya. Didalam khotbah pelantikan yang didasari dari 1 Samuel 9 : 15 – 19 Pdt. Margaretha Agnes Manopo Sompotan, S.Th. menekankan bahwa sebagai panitia pasti akan menghadapi banyak tantangan dan kendala, baik dari dalam maupun dari luar, tetapi diingatkan bila bersandar pada Tuhan Yesus maka segala sesuatu pasti dapat ditanggung.


Pengalaman LPPD Jawa Timur membenarkan apa yang disampaikan oleh Ibu Pendeta tersebut, dari sejak Ketua LPPD Bapak HB. Prawiromaruto, SH sampai saat ini yang menjadi Ketua Bapak Eddy. M. Pattinasarane, SH.,M.si. di setiap penyelenggaraan PESPARAWI pasti terjadi kendala khususnya kendala yang menyangkut masalah pendanaan. Ketika PESPARAWI Nasional diadakan di Kota Surabaya pada tahun 1996 yang dibuka oleh Wakil Presiden, , betapa banyak pengorbanan yang di berikan oleh Ketua LPPD Jawa Timur ketika itu Bapak HB. Prawiromaruto, rumahnya yang ketika itu sudah ditempati sebagai kantor BAMAG harus juga ditempati sebagai kantor sekretariat LPPN dan Panitia Nasional sampai semua kebutuhan kecil lainnya termasuk kebutuhan fiancial, begitupun pada PESPARAWI NASIONAL VIII – 2006 di Medan yang lalu Pengorbanan Ketua LPPD Jawa Timur Bapak Eddy M. Pattinasarane sangat besar, termasuk pengorbanan beberapa jajaran pengurus LPPD lainnya sehingga memungkinkan Kontingen Jawa Timur hadir di Medan.


Pengorbanan mereka terobati dengan berhasilnya penyelenggaraan PESPARAWI Nasional di Kota Surabaya yang di ketuai oleh Alm. Bpk. Penatua Drs. Suharko dari GKJW dan juga keberhasilan Kontingen Jawa Timur pada PESPARAWI Nasional VIII di Medan sebagai juara 2 Nasional Paduan suara Dewasa dan juara 3 nasional Paduan Suara Anak dan yang lebih membanggakan Paduan Suara Anak dapat berhasil sebagai juara 2 tingkat Asia Pasicific. Itu semua terjadi karena Panitia bersandar sepenuhnya pada Tuhan Yesus, meskipun fitnah, kecurigaan, lontaran kata-kata yang menyududkan terdengar disana-sini khususnya karena batalnya keberangkatan kontingen Paduan Suara Anak ke Austria karena kendala dana, lontaran kata-kata yang meyududkan datangnya justru dari teman sendiri, tetapi LPPD tetap maju, prinsip LPPD meskipun teman tidak memberikan dukungan bahkan mencibirkan bibir dan mencemooh asal Tuhan Yesus tidak dan tetap menyertai dan memberkati semua jajaran LPPD dan kontingen Jawa Timur, LPPD jalan terus.


Kalau ada yang mengatakan bahwa BAMAG bukan PESPARAWI dan PESPARAWI bukan BAMAG memang benar, tetapi harus diingat khususnya yang pada saat itu duduk sebagai BPH BAMAG Kota Surabaya bahwa terbentuknya LPPD Jawa Timur tidak lepas dari keberadaan BAMAG Kota Surabaya yang ketika itu sebagai koordinator BAMAG dan organisasi sejenis di Jawa Timur, oleh karena itu yang dihubungi oleh Dirjen Bimas Kristen Protestan waktu itu adalah BAMAG Kota Surabaya dalam hal ini Bapak HB. Prawiromaruto, SH untuk membentuk LPPD Jawa Timur dan menyelenggarakan PESPARANI tingkat Jawa Timur yang ketika kali pertama diadakan sebagai Ketua Panitia Pdt. Wairata dari GPIB Eben Haezer. Sama halnya ketika itu PGI di Jakarta menghubungi BAMAG Kota Surabaya untuk menyelenggarakan Konferensi Gereja dan Masyarakat karena ketika itu PGIW Jatim sedang vacuum. Jadi biar bagaimanapun ikatan batin antara BAMAG dan LPPD selalu ada, apalagi sebagian besar pengurus BAMAG Kota Surabaya adalah Pengurus LPPD baik LPPD Jawa Timur maupun LPPD Kota Surabaya.


Pada pelantikan tanggal 25 Januri 2009 lalu dilantik sebagai Ketua Henky Kurniadi, tokoh muda yang cukup energik dan wakil Ketua Sieny Andries Ongkowidjojo beserta jajarannya, nampak disusunan panitia antara lain Sahat Simanjuntak, Simon Lekatompesy, Sonny Saragih, Pdt. Matius Sunardi, Ir. Rudy Linaya dll. Pada seksi penyelenggara yang merupakan ujung tombak kepanitiaan diketuai seorang aktifis yang sudah lama berkecimpung baik di PGIW maunpun kegiatan kebersamaan lainnya baik didalam maupun diluar negeri Ny. Widowati dari GKJW dibantu Ny. Nora Doeleben dari TVRI Sta. Surabaya, Pdt. Ny. Ivon Taloko Latupeirissa, S.Th. ( GMIST) Pdt. Charles Simamora, S.Th.,MA ( GPdI), Ny. Pudji Lestari (GKI) Ny. Thendur ( GPIB) Pdt. Hendra (GPIB) pada seksi publikasi diketua oleh Willy Purwosuwito, S.Th., MA. (GKI- Pemred Majalah Berkat).


Tugas panitia antara lain mempersiapkan dan melaksanakan lomba paduan suara dewasa, paduan suara anak, paduan suara remaja, vocal group, solo anak, solo remaja ( putra/putri) sehingga disusun rencana Kerja sbb: Tanggal 31 Januari 2009 akan diadakan audisi untuk anak, remaja dan dewasa, putra/putri di GKI Emaus Jl. Argopuro 17 sedangkan pelaksanaan Pesparawi 27 Juni 2009 dan Seminar 26 – 27 Juni 2009


LOGO LPPD JAWA TIMUR

Ketika Pesparawi Nasional ke 5 tahun 1996 akan diadakan di Surabaya, LPPN menanyakan Logo LPPD Jawa Timur sebagai tuan rumah dan bendera tuan rumah, karena memang sejak dibentuknya LPPD Jawa Timur belum memiliki Logo dan bendera maka ditugaskan Saudara Ir. Rudyard Linaya dari GKI Emaus yang ketika itu duduk sebagai Ketua Seksi Publikasi untuk mendesain logo dan bendera LPPD, maka oleh beliau dibuat logo sebagaimana yang kita lihat saat ini dengan makna, tali yang melingkar menandai ikatan batin diantara gereja-gereja di Jawa Timur untuk memuliakan Tuhan melalui puji-pujian, harpa(kecapi) dan Alkitab terbuka memaknai pujian-pujian dinaikan hanya atas dasar kebenaran Firman Tuhan dan hanya untuk kemuliaan Tuhan yang ditandai dengan Salib Merah, sedangkan gerbang candi dan ayam jago merupakan ciri khas propinsi Jawa Timur dimana LPPD berada.. Logo disahkan pada Rapat LPPD Jawa Timur bersama Panitia Pesparawi Nasional V – 1996 dan LPPN pada Maret 1996.

Tidak ada komentar:

Loading...